19.2 C
Sukabumi
Senin, September 27, 2021

Pemkab Butuh Dana Cadangan, Persiapan CDOB dan Pilkada Sukabumi 2024 Mendatang

Sebagai Persiapan CDOB dan Pilkada 2024

PENDOPO – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Anjak Priatama Sukma, menuturkan menegaskan Pemkab Sukabumi membutuhkan dana cadangan mengingat akan dilangsungkannya Dua agenda besar dalam Lima tahun kedepan.

“Lima tahun kedepan akan ada kegiatan yang membutuhkan dana besar, pertama Pilkada 2024. Kemudian persiapan calon daerah otonomi baru (CDOB). Jika mengandalkan tahun anggaran nanti, dikhawatirkan APBD akan terganggu,” kata Anjak saat menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) antara DPRD dengan Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) dan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Sukabumi untuk membahas rencana akan diterbitkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembentukan dana cadangan di Gedung Pendopo.

Anjak menjelaskan, berkaca dari Pilkada sebelumnya, pesta demokrasi tersebut memerlukan anggaran kurang lebih 130 miliar. Hal penting lain adalah wacana pemisahan Sukabumi Utara dari Kabupaten Sukabumi induk yang dipastikan cukup menelan biaya.

Untuk dua agenda besar tersebut, DPRD dan Pemkab Sukabumi sepakat untuk menyusun langkah langkah strategi, salah satunya dengan menyiapkan dana cadangan sebesar 100 miliar.

“Kalau dijawab tahun itu pasti APBD berat, makanya dari sekarang menabung untuk dua kegiatan tadi. Mulai nabungnya nanti 2022 bukan dari sekarang tapi peraturannya dibuat per hari ini. Dana cadangan CDOB kita rencanakan sampai 2027 dikisaran 60 miliar, lalu untuk Pilkada sampai 2024 kita nabung 40 miliar,” sambung

Disinggung sikap yang diambil Pemkab Sukabumi dalam merespon wacana diterbitkannya Perda Dana Cadangan, Anjak menyatakan secara keseluruhan eksekutif dan legislatif menyepakati rencana ini

“Respon bidang Tapem menyatakan belum ada kepastian kapan waktu DOB (daerah otonomi baru) mengingat masalah pemisahan wilayah itu dipastikan melibatkan pertimbangan provinsi dan pemerintah pusat. Namun tetap harus nabung supaya bila DOB itu terjadi kita sudah saving anggaran.

“Respon BPKAD justru sangat baik dan hal ini (dana cadangan) adalah keinginan mereka dari sekarang nabung supaya nanti tidak terlalu berat,” jelas Anjak.

Wacananya, dana cadangan nantinya akan disimpan di Bank dan tidak bisa digunakan sampai pelaksanaan kegiatan Pilkada maupun pembentukan DOB.

“Makanya Perda disusun supaya pasti mulai 2020 kisaran nominal nabung berapa, berikut kajian kajian lainnya.” jelasnya. (IST)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: