26.4 C
Sukabumi
Rabu, Juni 23, 2021

Polres Sukabumi Kota Deklarasi Tembak di Tempat Bagi Anggota Geng Motor

Jika Membahayakan Masyarakat dan Petugas di Lapangan

CIKOLE – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukabumi menggelar rapat koordinasi, serta deklarasi dan penandatanganan penolakan keberadaan Geng Motor dan aksi-aksi berandalan bermotor di Mapolres Sukabumi Kota, Selasa (25/5).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni, Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara. Serta perwakilan Perangkat Daerah Pemkab Sukabumi, Kodim 0607 Kota Sukabumi, tokoh ulama, ormas dan lain sebagainya. “Geng motor bukan isu lokal dan regional tapi masuk nasional, sehingga memerlukan kebersamaan untuk mengatasinya,” kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada sejumlah media.

Sehingga berbagai langkah antisipasi dan pencegahan sudah dilakukan seperti deklarasi pembubaran geng motor yang ditandai memotong knalpot bising beberapa tahun lalu. Selain itu Polres membuat komunitas yang diharapkan meminimalisir dan menyadarkan geng motor dengan rumah kreatif milenial (RKM).

Semangatnya bagaimana yang aktif di geng motor dididik, dilatih dan dibina menjadi orang baik dan beradab. Namun jangan sampai yang dilakukan membuat lengah dan pembinaan mental harus kembali dimaksimalkan dan kolaborasi bangun kebersamaan yang sifatnya lintas geografis antara kota/kabupaten tidak bisa dipisahkan.

Apalagi dalam satu pekan terakhir petisi beredar dengan membubuhkan tandatangan kepada pemerintah untuk segera membubarkan geng motor. Kegiatan ini lanjut Fahmi, bagian diantaranya merespon petisi warga. Sehingga membangkitkan semangat melakukan berbagai aktivitas dengan elemen warga dalam menghadapi geng motor.

Misalnya bagaimana melibatkan alim ulama dalam MUI untuk antisipasi mencegah anak-anak ikut geng motor. Upaya itu dengan melibatkan ormas yang diharapkan menyampaikan informasi terkait penolakan geng motor.

Selain itu camat dan lurah melaporkan tempat berkumpulnya geng motor kepada aparat keamanan. Terakhir Disdik sampaikan kepala sekolah dan madrasah pantau siswa, terlebih belum tatap muka dan agar melakukan pemantauann nelalui media sosial.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengatakan, beberapa hari ini banyak masyarakat yang mengeluh dan mengaku resah dengan keberadaan geng motor yang ada di kota saja Kabupaten Sukabumi. “Harapan saya rakor dan deklrasi ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menolak geng motor,” kata dia.

Sambung Sumarni, seluruh unsur Pemerintah dan lapisan masyarakat sepakat untuk membentuk Satuan Tugas anti berandalan motor. “Kepolisian, Pemda, Ulama sepakat membentuk Satgas untuk menjaga di lingkungan RT /RW, Kita akan formulasikan seperti apa Satgas untuk siaga kampung,” ungkap Sumarni.

Disinggung ketegasan aparat Kepolisian menindak lanjuti terlarangnya geng motor berikut simbol, baju dan bendera mereka di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kapolres angkat suara. “Pokoknya ada yang membawa Kita pasti tindak. Kita beri tindakan tegas terukur,” ungkap Sumarni.

Jika mereka membahayakan nyawa masyarakat dan Petugas, Sumarni menegaskan sebelumnya untuk tembak di tempat. “Ya kalau membahayakan dan mengancam jiwa, Kita peringatkan dan tidak mengingatkan Kita lakukan tindakan tepat terukur, tembak di tempat,” tegas AKBP Sumarni.

Kepada masyarakat Kapolres meminta untuk tak segan lapor Polisi terkait keberadaan gerombolan bermotor ini. “Masyarakat bantu Kami untuk menginformasikan keberadaan mereka, ketika mereka berkumpul di satu titik menginformasikan melalui 110 layanan Kepolisian, nanti kita akan kirimkan petugas terdekat untuk menindak mereka.” pungkasnya.

Sumarni juga menambahkan, bersama alim ulama mengajak generasi muda untuk berhijrah kembali ke jalan yang benar dan tak terlibat kembali dalam aksi – aksi berandalan yang meresahkan masyarakat dan kepada Ormas untuk tidak memberikan tempat bagi mereka yang berlindung tetapi bisa merangkul serta mengarah ke jalan kebaikan (IST)

Related Articles

1 KOMENTAR

  1. Saya kasih saran para koruptor juga Harus di tembak di tempat, supaya tidak menggerogoti uang negara, yg jadi dampaknya rakyat kecil, harga sembako pada naik, sedangkan lapangan pekerjaan sangat sulit Sekali. Kami rakyat kecil yg lulusan sekolah menengah ke bawah sangat sulit mencari pekerjaan di tanah air sendiri tolong kasih solusi bapak2 Dan ibu2 yg berkuasa di nkri ini, agar hidup kami sejahtera, terima kasih jika suara kami di Dengar oleh orang2 yg berkuasa di negeri ini.

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: