20.7 C
Sukabumi
Rabu, September 22, 2021

Pemkab Sukabumi Tindak 137 Pelanggar, Kumpulkan Denda Rp234 Juta Selama PPKM

PALABUHANRATU – Sebanyak 137 pelanggar di Kabupaten Sukabumi harus ditindak tim gabungan selama diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli. Pelanggarnya tak hanya perorangan, tapi juga badan atau pelaku usaha.

Rinciannya, pelanggar perorangan sebanyak 80 orang, pengusaha menengah mencapai 32 pelanggar, dan pengusaha atas 25 pelanggar. Sanksi yang diberikan bervariatif disesuaikan dengan tingkat pelanggaran.

Kepala Bidang Penegakan Perda dan Binsonil Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Yusep Wahyu, mengatakan uang denda yang berhasil dikumpulkan sepanjang PPKM darurat mencapai Rp234,3 juta. Seluruh pelanggar diberikan sanksi melalui proses sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Giat sidang ini bukan semata-mata untuk menambah PAD saja, namun lebih kepada penekanan ketaatan masyarakat dan pelaku usaha agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan covid- 19 di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya kepada Sukabumi Ekspres, kemarin (22/7).

Pelaksanaan sidang tipiring digelar di enam wilayah terdiri dari Kecamatan Palabuhanratu, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat, dan Sukaraja. Khusus di Kecamatan Palabuhanratu, sidang digelar sebanyak dua kali.

“Di Kecamatan Palabuhanratu jumlah pelanggar sebanyak 18 orang, di Cicurug 12 pelanggar, di Parungkuda 14 pelanggar, di Cibadak 8 pelanggar, di Cisaat 18 pelanggar, dan di Sukaraja sebanyak 66 pelanggar,” tuturnya.

Personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, dan unsur kecamatan dikerahkan pada setiap pelaksanaan sidang. Setiap prosesnya menerjunkan 70 petugas gabungan.

Disinggung soal perpanjangan PPKM Darurat atau sekarang disebut PPKM Level 4, ia mengaku perubahan aturan maupun penegakan masih dalam tahap proses. Namun semuanya mengacu kepada keputusan dari pemerintah pusat.

“Sebagaimana instruksi Presiden bahwa PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Semoga terjadi penurunan angka penularan, kematian, dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. Sehingga ada kelonggaran untuk giat ekonomi dengan tetap menggunakan protokol kesehatan,” pungkasnya. (mg1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: