21.1 C
Sukabumi
Sabtu, Oktober 23, 2021

Dorrrr…!!! Melawan saat Ditangkap Polisi, Penganiaya Pedagang Sekoteng Ditembak Kakinya

SUKABUMI – UH alias Boni (45) sempat melawan saat akan ditangkap polisi. Akibatnya, ia harus menerima bidikan senjata api dari anggota Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Timah panas pun bersarang pada kaki kirinya.


UH alias Boni merupakan pelaku penusukan penjual sekoteng di Jalan Raya Cibatu, Desa/Kecamatan Cisaat. Pelaku yang sempat buron lebih dari 1 bulan itu ditangkap setelah pada 17 Juli lalu menganiaya korban dengan cara menusuk bagi perut hingga akhirnya tewas.


Berdasarkan informasi, kejadian bermula saat korban bersama istrinya sedang mendorong gerobak hendak pulang seusai berjualan sekoteng. Di jalan gang, korban berpapasan dengan pelaku. Diduga di bawah pengaruh minuman keras, pelaku terlibat cekcok dengan korban. Pelaku pulang ke rumah mengambil samurai yang digunakannya menganiaya korban hingga tewas.

“Suami saya itu tidak punya kesalahan. Tidak punya musuh. Bahkan tidak pernah cekcok sama orang lain. Tiba-tiba ada yang menusuk. Saya tidak rela kalau orang itu tidak dihukum seberat-beratnya,” ujar Aidah (40), istri korban.


Aidah mengenali sosok pelaku. Pasalnya, pelaku sering datang ke tetangga korban yang sama-sama mengontrak rumah di Kampung Citengkor Desa Cisaat.

“Di kontrakan itu ada temannya. Kontrakannya dekat dengan kontrakan saya. Jadi saya sering melihat orang itu (pelaku). Dia orang Cibatu,” tuturnya.


Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, mengatakan anggotanya sudah menangkap pelaku penusukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Saat ini pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


“Betul, pelaku sudah kita amankan,” ucap Zainal didampingi Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota Iptu Yanto Sudiarto di Mako Polres Sukabumi Kota, kemarin (30/8).


Pelaku diketahui berinisial UH alias Boni (45). Ia ditangkap di sebuah pabrik pembuatan batu bata di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/8).


Saat hendak ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan. Polisi pun terpaksa menghadiahi timah panas di bagian kaki kiri pelaku. “Kami lakukan tindakan tegas terukur. Pelaku saat itu mau melarikan diri ke arah Banten,” terangnya.


Zainal menambahkan, selain mengamankan pelaku, polisi juga turut menyita barang bukti berupa baju dan celana milik korban yang dipenuhi bercak darah serta sebilah senjata tajam jenis pedang samurai.


“Akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman kurungan paling lama 20 tahun penjara,” pungkas Zainal.


Hasil Forensik RSUD R Syamsudin SH korban mengalami luka tusukan di bagian rongga perut. “Luka lain tidak signifikan. Hanya luka lecet. Tetapi luka yang di bagian perut menembus hingga rongga perut sehingga menimbulkan banyak pendarahan akibat ada pembuluh darah yang cukup besar terpotong,” jelas Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Nurul Aida Fathya. (mg2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Sambut Baik Program Biopori Pemprov Jabar

PENDOPO – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menerima jajaran Dinas Sumberdaya Air Propinsi Jawa Barat untuk membahas Proyek Biopori di Gedung Pendopo Sukabumi, kemarin...
%d blogger menyukai ini: