21.6 C
Sukabumi
Sabtu, Oktober 23, 2021

Angka Kasus Stunting di Sukabumi Menurun

SUKABUMI – Di Kota Sukabumi masih ditemukan balita penderita stunting atau gagal pertumbuhan. Jumlahnya tahun ini terdata sebanyak 1.273 orang. Angka tersebut diklaim Dinas Kesehatan setempat turun dibanding dua tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, pada 2019 terdapat penderita stunting sebanyak 2.069 anak dari sasaran ditimbang sebanyak 22.213 anak. Pada 2020 angka stunting mengalami penurunan jadi 1.614 orang dari sasaran ditimbang 22.049 anak. Angkanya kembali turun pada 2021 menjadi 1.273 anak dari sasaran ditimbang 20.283 anak.


Secara persentase, pada 2019 terjadi penurunan sekitar 9,3 persen dari sasaran 91,95 persen, tahun 2020 berada di kisaran 7,32 persen dari sasaran 90,48 persen, dan pada 2021 sebesar 6,28 persen dari sasaran 85,69 persen.


“Agustus ini merupakan bulan pengukuran dan penimbangan anak. Namun kondisinya kurang memungkinkan karena masih diberlakukan PPKM. Kondisi ini membuat Posyandu harus tutup sehingga tidak melaksanakan kegiatan pengukuran dan penimbangan,” terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, kemarin (8/9).


Karena itu, pengukuran dan penimbangan akan diserahkan ke masing-masing orang tua. Wahyu menuturkan, untuk menekan angka stunting, Dinkes Kota Sukabumi bekerja sama lintas sektor dengan PKK, Dinas Sosial, maupun kelurahan.


“Selain itu, kita juga melakukan pendampingan bagi anak stunting dan pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri,” pungkasnya. (job3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Sambut Baik Program Biopori Pemprov Jabar

PENDOPO – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menerima jajaran Dinas Sumberdaya Air Propinsi Jawa Barat untuk membahas Proyek Biopori di Gedung Pendopo Sukabumi, kemarin...
%d blogger menyukai ini: