21.1 C
Sukabumi
Sabtu, Oktober 23, 2021

Liburan Membawa Petaka, Wisatawan Terseret Ombak Pantai Palabuhanratu

PALABUHANRATU – Ombak pantai Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi menyeret sejumlah wisatawan yang tengah berlibur, kemarin (19/8). Terdapat lima orang korban yang digulung ombak.


Berdasarkan informasi, terjadi dua kali peristiwa terseretnya wisatawan dalam waktu bersamaan. Kejadian pertama dialami wisatawan yang tengah berenang di kawasan Pantai Muara Citepus di Desa Citepus atau di depan penginapan Padi-padi.


Pada kejadian itu terdapat dua orang yang tergulung ombak hingga ke tengah. Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. “Tapi keduanya berhasil diselamatkan lifeguard dari Balawista,” terang Kepala Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Rizky Faizal, kepada wartawan, kemarin.


Sedangkan kejadian kedua berada di kawasan Pantai Istiqomah. Terdapat tiga orang yang terseret ombak ke tengah laut. Petugas berhasil menyelamatkan dua orang. Namun satu orang lagi atas nama Dias (14), warga Kampung Pasir Kolotok RT 04/11, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi hilang. “Masih dalam proses pencarian,” tegasnya.


Kejadian bermula saat korban hendak menyelamatkan Putri Rahayu (14), korban selamat. Saat itu Putri sedang berenang namun tiba-tiba digulung ombak. Nahas, Dias ikut tergulung ombak hingga ke tengah laut.


Enar Sunadri, orang tua Dias, yang melihat peristiwa itu berupaya ikut menyelamatkan Putri dan Dias. Nahas, Enar pun ikut terseret ombak lantaran ombak cukup besar. “Dua orang yang kami selamatkan langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu,” tuturnya.
Rizky tak memungkiri, kondisi gelombang di kawasan pantai Palabuhanratu cukup tinggi, kisaran 4-5 meter. Sebetulnya petugas Balawista mengingatkan wisatawan agar berhati-hati dengan kondisi ombak yang cukup besar.
“Selalu kami ingatkan kepada wisatawan agar berhati-hati,” pungkasnya.


Di tempat terpisah, Polres Sukabumi Kota menerapkan sistem ganjil genap kendaraan yang hendak ke sejumlah kawasan wisata pada akhir pekan, Sabtu (18/9) dan Minggu (19/9). Di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, fokus penerapannya di lokasi wisata dilaksanakan di jalan Salabintana dan Kadudampit.


Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin, mengatakan penerapan ganjil genap untuk mencegah kerumunan di kawasan wisata saat akhir pekan. Kabupaten Sukabumi sendiri saat ini masih berada pada PPKM level 2. “Kita lakukan rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap untuk wisatawan yang berkunjung,” kata Zainal, kemarin (19/9).


Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42/2021 tentang PPKM di wilayah Jawa-Bali, fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) di daerah Level 2 diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan sejumlah ketentuan.


Ketentuan itu adalah mengikuti protokol kesehatan yang diatur Kementerian Kesehatan dan/atau kementerian/lembaga terkait; wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai; anak di bawah 12 tahun dilarang untuk masuk.


Inmendagri tersebut juga mengatur penerapan ganjil genap di sepanjang jalan menuju dan/dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai Minggu pukul 18.00 waktu setempat. Instruksi tersebut berlaku sejak 14-20 September 2021.


Ganjil genap diberlakukan untuk semua kendaraan (lokal dan luar kota) dan masih ditentukan tanggal kalender. Kemarin, yang boleh melintas hanya kendaraan berpelat nomor ganjil yang menyesuaikan nomor akhir plat nomor kendaraan.
“Sesuai dengan petunjuk dari Satgas Covid Pusat, apabila situasi di kawasan wisata ini membeludak, kita akan melakukan buka tutup arus. Tapi melihat situasi seperti ini, kemungkinan akan dilakukan penerapan ganjil genap saja,” pungkasnya. (mg1/mg2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Sambut Baik Program Biopori Pemprov Jabar

PENDOPO – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menerima jajaran Dinas Sumberdaya Air Propinsi Jawa Barat untuk membahas Proyek Biopori di Gedung Pendopo Sukabumi, kemarin...
%d blogger menyukai ini: