21.6 C
Sukabumi
Sabtu, Oktober 23, 2021

Pengidap Kanker Payudara Butuh Ulungan Tangan

SUKARAJA – Seorang Ibu rumah Tangga (IRT) Yuni Yusnita (54) warga Kampung Gentong Pasir, RT 02/01, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi menderita kanker payudara dan membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk biaya pengobatannya.

Terlihat, kondisi ITR tersebut sangat mengkhawatirkan terbaring dan kerkulai lemah menahan sakit yang dideritanya.

Suami, Anang Aripin (54 tahun) mengatakan, karena masalah keuangan dia hanya bisa merawat istrinya di rumah saja. Walaupumn setiap hari kondisinya kesehatannya semakin memburuk, selama enam bulan terakhir. “Sempat dibawa ke rumah sakit, ada yang membiayai. Hanya waktu itu sebatas biopsi, bukan operasi pengangkatan kankernya dan atas saran dokter waktu itu istri saya harus di kemoterapi,” kata Anang saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/9).

Anang menjelaskan, untuk menjalani kemoterapi dalam sekali berobat saja harus menyediakan uang kurang lebih Rp7 juta. Dia merasa tak mampu untuk menyediakan uang sebesar itu. “Alhamdulillah saya sudah 3 bulan ini bekerja sebagai sopir di pabrik sepatu di Sukalarang, jadi ada penghasilan buat sehari-hari. Hanya saja penghasilan saya belum bisa untuk membiayai pengobatan istri, hanya sebatas untuk biaya sehari-hari saja,” ujar Anang.

Anang mengaku, segala cara pernah dia coba untuk kesembuhan istrinya. Mulai pengobatan medis sampai dengan pengobatan alternatif. “Harta saya sudah habis untuk biaya pengobatan, hingga tempat tinggal pun kini menumpang pada orang lain yang menitipkan rumahnya untuk dijual,” ucapnya.

Karena kondisi istrinya yang semakin memburuk ini, setiap hari dari kanker payudaranya keluar darah dan mengeluarkan bau yang tak sedap. “Saya mohon kepada siapa saja, pemerintah ataupun dermawan yang mempunyai rezeki yang lebih untuk dapat membantu biaya pengobatan istri saya, terus terang saya butuh,” harap dia.

Selain itu, Anang juga menceritakan kesedihannya. Saat ini dia tak bisa berobat memakai BPJS karena menunggak. “Jumlah yang harus dibayar kurang lebih Rp 11 juta, karena setelah jatuh perekonomiannya tidak mempunyai uang untuk membayarnya,” pungkasnya. (mg2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Sambut Baik Program Biopori Pemprov Jabar

PENDOPO – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menerima jajaran Dinas Sumberdaya Air Propinsi Jawa Barat untuk membahas Proyek Biopori di Gedung Pendopo Sukabumi, kemarin...
%d blogger menyukai ini: