21.6 C
Sukabumi
Sabtu, Oktober 23, 2021

Gencarkan Edukasi Prokes Covid-19 di Wilayah Hukum Polres Kota Sukabumi

SUKABUMI – Edukasi protokol kesehatan covid-19 menjadi salah satu target dilaksanakan Operasi Patuh Lodaya. Di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, upaya itu digencarkan memasuki hari kedua pelaksanaan di lapangan, kemarin (21/9).


“Target kami adalah memutus penyebaran covid-19 sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kamseltibcar lantas,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Sujana Awin Umar, kepada wartawan, kemarin.


Pengawasan kepatuhan terhadap protokol kesehatan disertai pembagian masker gencar dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tengah pandemi covid-19 dan penerapan PPKM. Operasi ini juga bertujuan untuk mengurangi spot kemacetan serta angka kecelakaan lalu lintas.


“Salah satunya dengan melakukan peneguran hingga tindakan bila memang pelanggar dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Operasi Patuh Lodaya 2021 berlangsung selama 14 hari. Operasinya dimulai 20 September hingga berakhir pada 3 Oktober. (mg2)

Warga Miskin Bertambah di Kota Sukabumi
*Saat Ini Jumlahnya Sebanyak 25.420 Jiwa

SUKABUMI – Jumlah warga miskin di Kota Sukabumi meningkat akibat dampak pandemi covid-19. Pada 2020, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 3.550 jiwa atau sebanyak 25.420 jiwa. Padahal, tahun sebelumnya sebanyak 21.870 jiwa.


“Berdasarkan data BPS, angkanya naik,” terang Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi, Ageng Basuki, kepada wartawan, belum lama ini.


Sehingga, penduduk miskin di Kota Sukabumi pada tahun 2020 tercatat sebesar 7,70 persen. Sedangkan untuk garis kemiskinan (GK) atau tingkat minimal pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di Kota Sukabumi mengalami peningkatan sebesar 5,12 persen dari Rp 520.742 per kapita per bulan menjadi Rp547.415. “Untuk data 2021 masih dalam proses pendataan di BPS,” tuturnya.


Penyebab terbesar meningkatnya jumlah penduduk miskin di Kota Sukabumi akibat dampak pandemi covid-19. Selama pandemi, banyak karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti pada sektor perhotelan dan lainnya. Pun pada sektor jasa kuliner atau restoran, tak sedikit yang pendapatannya turun.


“Dampaknya pun terjadi pada pedagang kaki lima atau jajanan anak-anak karena sekolah menerapkan sistem daring. Demikian juga jasa transportasi seperti sopir angkot dan jasa ojek online yang mengalami penurunan penumpang,” sebutnya.


Untuk menekan jumlah penduduk miskin di Kota Sukabumi, ada berbagai program yang digulirkan pemerintah. Di antaranya PKH, BPNT, serta pemberdayaan masyarakat untuk wirausaha seperti kelompok usaha bersama (Kube).


“Di tingkat Kota Sukabumi, kami melaksanakan pelatihan kewirausahan dengan pilar-pilar sosial seperti PSM dan Karang Taruna,” jelasnya.


Penanganan kemiskinan bukan hanya tugas Dinsos. Perlu ada kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk melibatkan dinas dan instansi lain seperti Disdik, PUPR, Dinkes, Dalduk, dan lainnya. “Kita juga memiliki Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang ada di Bappeda,” pungkasnya.

Redaktur : Nendi Cahya

Reporter : Asep Hendrayana

Related Articles

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Sambut Baik Program Biopori Pemprov Jabar

PENDOPO – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menerima jajaran Dinas Sumberdaya Air Propinsi Jawa Barat untuk membahas Proyek Biopori di Gedung Pendopo Sukabumi, kemarin...
%d blogger menyukai ini: