25.3 C
Sukabumi
Selasa, November 30, 2021

Pegawai Jasa Kirim Barang Terlibat Narkoba. Dua Pekan, Polisi Ringkus 16 Tersangka

SUKABUMI – Dua orang pegawai jasa pengiriman paket barang di Kota Sukabumi ditangkap polisi. Keduanya kedapatan menyalahgunakan narkoba.
Dua pegawai itu berinsial AVH (31) dan RH (31). AVH diketahui merupakan perantara atau kurir sabu.

Sedangkan RH merupakan bandar obat keras dan psikotropika. Keduanya ditangkap bersama 14 tersangka penyalahguna narkoba lainnya kurun dua pekan terakhir di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.


“Dari 16 orang yang kami tangkap, dua orang di antaranya merupakan pegawai jasa pengiriman paket barang,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin kepada wartawan saat menggelar pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Sukabumi Kota, kemarin (14/10).


Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 99,93 gram, ganja seberat 15,37 gram, Tramadol sebanyak 1.865 butir, Hexymer sebanyak 15.092 butir, Riklona sebanya 318 butir, dan Arplazolam sebanyak 240 butir. Mereka ditangkap polisi di 6 lokasi berbeda yang berada di Kecamatan Gunungguruh 1 kasus, Citamiang 1 kasus, Warudoyong 3 kasus, Kebonpedes 1 kasus, Cibeureum 2 kasus, dan Cicantayan 1 kasus.


Adapun 16 tersangka itu yakni SMR (21), IA  (22), ARP (31), MI (21), FF (24), AS (39), YM (22), AVH (31), RH (31), FH (29), SW (25), SF (28), AS (28), RC (32), AS (31), dan DH (38).


“Barang bukti lain yang diamankan yaitu 16 handphone berbagai merek, 2 buah anak kunci Leter T, 1 buah kunci leter T, 2 buah kartu ATM, dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp800 ribu,” ujar Zainal.
Adapun modus yang digunakan para tersangka dengan cara pembelian secara langsung, via transfer, atau memberikan petunjuk-petunjuk kepada para pembelinya.


Para tersangka dijerat Pasal 111 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara sampai seumur hidup. Mereka juga dijerat
Pasal 62 UU RI Nomor 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, serta Pasal 196 dan 197 UU RI nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (mg2)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Dewan Pertanyakan Status Blacklist Eks Buruh GSI

PALABUHARATU - Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mempertanyakan, status blacklist terhadap eks buruh PT. Glostar Indonesia (GSI) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Untuk...