25.3 C
Sukabumi
Selasa, November 30, 2021

Tandatangani MoU Pengembangan Kawasan Jabar Selatan

BANDUNG – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan kawasan Jawa Barat Selatan dalam acara West Java Investment Summit (WJIS) 2021 di Bandung, kemarin (21/10).

Marwan Hamami mengatakan, kesepakatan bersama ini menjadi peluang dalam mengembangkan berbagai potensi di wilayah selatan Sukabumi. “Untuk Kabupaten Sukabumi dan terutama di Jabar selatan, hari ini bisa memproyeksikan rencana pembangunan dan mengakses potensi yang ada di Sukabumi seperti agro dan pariwisata” ujarnya.

Melalui MoU yang dilakukannya, Marwan berharap pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi bisa terdongkrak. Sehingga, masyarakat bisa merasakan dampak positif dari pembangunan di Jabar selatan. “Harapannya tentu kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak,” harapnya

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, rencana pengembangan kawasan pantai utara dan selatan Jabar menjadi perhatian Presiden RI, Joko Widodo. Maka tak heran, telah turun Peraturan Presiden Nomor 87/2021 tentang percepatan pembangunan di kawasan Cirebon-Patimban- Kertajati (Rebana) dan Jawa Barat bagian Selatan. 

Perpres ini membuat kawasan yang berada di 7 Kabupaten/Kota yakni Subang, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Cirebon dan Kuningan dan 6 daerah di selatan yakni Sukabumi, Cianjur, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran akan mendapat investasi pendanaan dari APBN dan sumber pendanaan lain. “Ini komitmen tinggi pemerintah pusat, Insya Allah lompatan ekonomi di Jabar akan luar biasa,” ungkapnya.

Khusus wilayah Rebana diyakinkan pihaknya sebagai kawasan di Indonesia yang paling siap dan memenuhi prasyarat pengembangan wilayah. Apalagi, ditopang Pelabuhan Patimban di Subang, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, dan dilengkapi urat nadi Tol Cipali juga kereta api. “Kawasan ini paling siap menampung investasi. Dari sisi lahan yang masih relatif murah, dan upah yang masuk ke kelompok menengah ke bawah, jika dibandingkan wilayah lain,” terangnya.

Dia, adanya Perpres ini maka seluruh pembangunan di kawasan Rebana dan Jawa Barat selatan bisa diintegrasikan. “Bagi saya Perpres ini, bagi Rebana adalah lompatan, untuk Jawa Barat Selatan adalah kesetaraan,” bebernya. (mg)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Dewan Pertanyakan Status Blacklist Eks Buruh GSI

PALABUHARATU - Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mempertanyakan, status blacklist terhadap eks buruh PT. Glostar Indonesia (GSI) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Untuk...