25.3 C
Sukabumi
Selasa, November 30, 2021

Massa Pertanyakan Kajian Pembangunan Jalur Pedestrian Ahmad Yani

JL BABAKAN SIRNA – Massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cerdas (AMC) menyoal pembangunan jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Mereka di antaranya mempertanyakan kajian sebelum dilakukan pembangunan, pengadaan material menggunakan sistem e-katalog, dan hal-hal teknis lainnya.


“Kami datang ke sini untuk mempertanyakan beberapa hal menyangkut pembangunan jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani,” kata Ketua AMC Sukabumi, Eeng Suhendar, seusai audiensi dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, kemarin (26/10).


Eeng menilai, pembangunan pedestrian Jalan Ahmad Yani terkesan tanpa kajian. Buktinya terlihat saat ini, di ruas jalan tersebut terkesan lebih semrawut.


“Kajian Andalalin wajib dilakukan sesuai Pasal 99 dan 100 UU Nomor 22/2009. Kami minta data kajian atau pemaparan dampak positif dan negatif pembangunan jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani,” tegas Eeng.


Eeng juga mempertanyakan pengadaan dengan sistem e-katalog. Padahal sebelumnya sudah ada pengalaman membuat jalur pedestrian Jalan Ir H Juanda (Dago).  


Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi, Asep Irawan, menjelaskan pembangunan jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani dilaksanakan dengan cara imputasi. Artinya, tidak menggunakan tender biasa karena berhubungan dengan waktu yang tidak mencukupi untuk melaksanakan dengan tender. “Nah ini memang hal yang baru bagi kita semua. Kita jelaskan permasalahannya,” tutur Asep.


Asep mengaku Dinas PUTR hanya mengkaji secara teknis. Kemudian kajian umumnya dilakukan lintas perangkat daerah melalui diskusi. “Kami memang ikut dalam diskusi itu. Cuma kami bukan leading sector-nya. Kami hanya menerima semacam kesimpulan bahwa pekerjaan ini bisa dilanjutkan secara teknis. Kami hanya menindaklanjuti dari sisi teknis hasil diskusi lintas dinas itu,” bebernya.


Jalan Ahmad Yani merupakan sentral bisnis di Kota Sukabumi. Sehingga, saat dilakukan pekerjaan pembangunan jalur pedestrian, berbagai dampak dirasakan seperti masalah parkir, PKL, perniagaan, serta keamanan, dan sekot lainnya.


“Tapi pada intinya pembangunan pedestrian Jalan Ahmad Yani tidak ada masalah karena sudah diperhitungkan secara matang,” pungkasnya. (mg2)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Dewan Pertanyakan Status Blacklist Eks Buruh GSI

PALABUHARATU - Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mempertanyakan, status blacklist terhadap eks buruh PT. Glostar Indonesia (GSI) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Untuk...