25.3 C
Sukabumi
Selasa, November 30, 2021

Sajian Kuliner Harus Inovatif dan Higienis

SUKABUMI – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi melaksanakan pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner di destinasi pariwisata di salah satu hotel di Jalan Suryakencana. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dimulai Senin (25/10) hingga Rabu (27/10).


Pada hari kedua kemarin (26/10), kegiatanya diisi diskusi kelompok yang diikuti 40 orang dari unsur pengelola kuliner di destinasi serta perwakilan pengusaha katering. Kegiatan itu juga merupakan upaya mewujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pendemi covid-19.


“Digitalisasi dan pemasaran yang baik sangat dibutuhkan para pelaku pariwisata, terutama di masa pandemi covid-19,” kata Plt Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Tejo Condro Nugroho, kemarin.


Dengan upaya itu, kata Tejo, maka wisatawan akan tertarik datang ke Kota Sukabumi. Dampaknya, perekonomian pun akan berputar. “Pada sektor pariwisata ada namanya prinsip pengembangan 3A yaitu Aksesibilitasi, Atraksi, dan apa yang bisa dilihat dan apa yang bisa dilakukan,” kata Tejo.


Menurut Tejo, perlu upaya mem-branding Sukabumi sebagai kota ramah dan sebagainya. Termasuk pelayanan dari sajian kulinernya. “Dengan pengalaman ekonomi ini, maka wisata kuliner di Kota Sukabumi bisa berkembang secara mulut ke mulut,” jelasnya.


Upaya membina para pelaku usaha pariwisata di Kota Sukabumi dilakukan juga dengan mengadakan berbagai pelatihan. Belum lama ini dilaksanakan pelatihan pengembangan wisata yang aman dan ramah pengunjung serta pelatihan kebersihan lokasi wisata seperti pengelolaan sampah di tempat-tempat wisata.


“Dalam waktu dekat kita juga bakal menggelar pelatihan mengenai sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability). CHSE merupakan proses pemberian sertifikat dari Kemenparekraf kepada pelaku usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lain untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” ungkap Tejo. (mg2)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Dewan Pertanyakan Status Blacklist Eks Buruh GSI

PALABUHARATU - Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mempertanyakan, status blacklist terhadap eks buruh PT. Glostar Indonesia (GSI) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Untuk...